Mengenal User Management dalam Learning Management System (LMS)
aribudiyanto.sdmuh.cc – Aplikasi Learning Manajemen System seperti Moodle secara default menyediakan 7 lapisan user management / keistimewaan user (privilege) untuk mengurangi tingkat keterlibatan administrator sehingga administrator tidak terlalu sibuk mengerjakan seluruh tugas di situs tersebut, tentu saja dengan tetap mempertahankan tingkat keamanan situs. Hal ini juga berlaku bagi pengelolaan management user pada website-website yang sudah memiliki user management dengan konten (isi) web yang sudah kaya dan banyak. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan 7 lapisan user dalam Learning Management System LMS Moodle tersebut:
Administrator
Seorang administrator bertugas mengatur situs secara umum. Misalnya mengatur tampilan situs, menu-menu apa saja yang terdapat pada situs, mengatur user privilege (disebut role pada Software Learning Management System (LMS)), dan lain sebagainya.
Course Creator
Seorang course creator dapat membuat course (pelatihan/mata kuliah/mata pelajaran), dan mengajar course tersebut atau menunjuk teacher (pengajar) mana yang akan mengajarkan course tersebut dan melihat course yang tidak dipublish. Pada dunia nyatanya, seorang course creator dapat dianggap sebagai kepala departemen atau koordinator program studi.
Teacher
Seorang teacher (pengajar) dapat melakukan apapun terhadap course yang diajarkannya, seperti mengganti aktivitas yang terdapat pada course tersebut, memberi nilai kepada siswa yang mengambil course tersebut, mengeluarkan siswa yang terggabung dalam course tersebut, menunjuk non editing teacher untuk mengajar pada course terebut, dan lain-lain.
Non-editing teacher
Non editing teacher dapat mengajar pada coursenya, seperti memberi nilai siswa, namun tidak dapat mengubah aktivitas yang telah dibuat oleh teacher yang mengajar pada course tersebut. Pada dunia nyata, non editing teacher dapat dianggap sebagai assisten guru/dosen.
Student
Student merupakan user yang belajar pada suatu course. Sebelum dapat mengikuti aktifitas pada suatu course, seorang stuudent harus mendaftar terlebih dahulu pada course tersebut. selanjutnya pengajar yang mengajar pada course tersebut akan memberikan grade terhapad pencapaian student tersebut.
Guest
Guest merupakan user yang selalu memiliki akses read-only. Setiap user yang belum terdaftar pada Software Learning Management System (LMS) merupakan guest. Guest dapat masuk ke course manapun yang memperbolehkan guest untuk masuk. User yang telah login dapat masuk ke course manapun yang memperbolehkan guest untuk masuk. Walupun diperbolehkan masuk, namun guest tidak diperbolehkan mengikuti aktivitas apapun pada course tersebut. Terdapat 2 tipe akses guest pada Software Learning Management System (LMS): yang memerlukan enrollment key dan yang tidak. Jika untuk masuk pada suatu course diperlukan enrolment key, maka setiap ingin masuk ke course tersebut guest harus memasukkkan enrolment key terlebih dahulu jadi dapat dibatasi guest yang boleh masuk pada course tersebut. Jadi guest disediakan untuk user yang ingin melihat – lihat course yang tersedia pada suatu situs sehingga dapat menentukan apakah course tersebut sesuai dengan kenginannya atau tidak.
Authenticated User
Secara default seluruh user yang dikelola dalam user management yang telah login merupakan Authenticated User. Walupun suatu user berperan sebagai teacher pada suatu course, namun di course lain ia hanya berperan sebagi authenticated user yang memiliki kedudukan yang sama dengan guest. Perbedaan guest dengan authenticated user, bila belum terdaftar pada suatu course, maka authenticated user dapat langsung mendaftar pada course tersebut sedangkan guest tidak.
Walaupun secara default Software Learning Management System (LMS) hanya memberikan 7 lapisan user seperti yang dijelaskan diatas, namun pengguna Software Learning Management System (LMS) (berperan sebagai admin) dapat secara bebas mengkostumisasi, bahkan menambah, jenis lapisan user sesuai keinginannya. Semoga dengan pengelolaan user management yang baik dapat menciptakan e-learnig dalam sebuah web pendidikan sekolah untuk dapat dikelola dengan baik dan terstruktur, sehingga konten pembelajaran dapat dikembangkan menjadi digital storage yang baik dalam pembelajaran.
