Pembelajaran Tematik Terpadu pada Kurikulum 2013 dengan Integrasi ICT dalam Pembelajaran
aribudiyanto.sdmuh.cc Dalam kegiatan pembelajaran tematik terpadu pada kurikulum 2013 jenjang sekolah dasar (SD), pembelajaran disajikan melalui pendekatan tematik terpadu (tematik integrated). Pembelajaran tematik terpadu adalah pendekatan yang melibatkan berbagai mata pelajaran menjadi satu kegiatan belajar, sehingga memberikan pengalaman nyata pada peserta didik yang lebih bermakna.
Beberapa karakteristik pembelajaran terpadu adalah:
- Pembelajaran berpusat pada siswa ( student’ center learning )
- Memberi pengalaman langsung pada siswa
- Pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu jelas
- Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
- Kegiatan belajar bersifat luwes
- Hasil belajar dapat berkembang menurut minat dan kebutuhan siswa
- Holistik artinya suatu peristiwa dapat dikaji dari berbagai mata pelajaran
- Bermakna artinya pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam jalinan schemata yang dimiliki siswa.
Kurikulum 2013 untuk tingkat SD/MI menggunakan pembelajaran tematik integratif. Dalam metode tematik integratif, materi ajar disampaikan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Kompetensi dari berbagai mata pelajaran diintegrasikan ke dalam berbagai tema.
Pada Kurikulum 2013 , untuk SD/MI masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru diberi kewenangan untuk memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.
Metode tematik ini mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran. Selain itu, sebuah tema juga mengintegrasikan berbagai konsep dasar yang berkaitan. Siswa tidak belajar konsep dasar secara parsial, sehingga memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada berbagai tema.
Tema-tema pada pembelajaran tematik integratif Kurikulum 2013 berkaitan dengan alam dan kehidupan manusia. Keduanya memberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Penjasorkes pada kelas I-III. Kompetensi dasar dari IPA dan IPS sebagai pengikat dan pengembang kompetensi dasar mata pelajaran lainnya. Siswa belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV-VI sudah mulai mampu berpikir abstrak
Dalam penerapan pembelajaran Elektronik terdapat beberapa model pelaksanaan pembelajaran tematik yang berbasis pembelajaran elektronik ,antara lain:
- Model Sistem pembelajaran On Line ( direct accest ) yaitu penyelanggaraan pembelajaran Elektronik yang dilakukan merupakan interaksi dalam kegiatan pembelajaran dengan media/ jaringan langsung internet
- Model Sistem pembelajaran On Line dan atau local/ intranet ( misal :Moodle pada jaringan internet atau intranet / LAN ) yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan menggabungkan berbagai suber dari jaringan intenet maupun sumber kegiatan tak langsung ( sumber local)
- Model Sistem pembelajaran Off Line ( CD Pembelajaran ) yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan pemilihan sumber secara off –line sehingga siswa hanya melakukan panduan belajar terbatas dari pilihan guru.
Penerapan pembelajaran elektronik (e- learning) dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sumber daya sekolah yang ada sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada. Selain dalam hal pengembangan bahan ajar , pembelajaran elekronik juga memiliki dampak administrasi disekolah seperti pemyimpanan arsip / file pemebelajaran yang makin lama makin besar kapasitasnya yang membutuhkan tempat penyimpanan file yang baik yang membutuhkan tenaga SDM /guru yang mengelolanya agar file pembelajaran elektronik tetap baik dan dapat diperlukan pada saatnya. Dampak administrasi lain dari pembelajaran elektronik adalah manajemen pelaporan proses pembelajaran dan pemberian laporan kemajuan siswa dalam bentuk laporan elektronik yang akan dilakukan oleh guru yang melaksanakan pembelajaran elektronik.
Penerapan Pembelajaran elektronik atau e-learning di sekolah dasar untuk menunjang pelaksanaan proses belajar, diharapkan dapat meningkatkan daya serap dari siswa atas materi yang diajarkan; meningkatkan partisipasi aktif dari siswa; meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa; meningkatkan kualitas materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi; memperluas daya jangkau proses belajar-mengajar dengan menggunakan jaringan komputer, tidak terbatas pada ruang dan waktu.
Untuk mencapai hal-hal tersebut di atas, dalam pengembangan suatu aplikasi pembelajaran atau learning elektronik perlu diperhatikan bahwa materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja; memperhatikan dengan seksama teknik belajar-mengajar yang digunakan; memperhatikan teknik evaluasi kemajuan siswa dan penyimpanan data kemajuan siswa serta pemilihan Learning management System dengan interaksi di dalamnya secara tepat sangat diperlukan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran tematik integratif dengan integrasi ICT dalam pembelajaran.
aribudiyanto.sdmuh.cc