1 July 2026

ICT-Edu Pembelajaran Mendalam

Teknologi Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Pembelajaran Menyenangkan di Sekolah Dasar

Pembelajaran Tematik Terpadu pada Kurikulum 2013 dengan Integrasi ICT dalam Pembelajaran

Kemerdekaan Belajar dan Pembelajaran Inovatif dalam Membangun Kreativitas.

aribudiyanto.sdmuh.cc Dalam kegiatan  pembelajaran tematik terpadu pada  kurikulum 2013 jenjang sekolah dasar (SD), pembelajaran disajikan melalui pendekatan tematik terpadu (tematik integrated). Pembelajaran tematik terpadu adalah pendekatan yang melibatkan berbagai mata pelajaran menjadi satu kegiatan belajar,  sehingga memberikan pengalaman nyata pada peserta didik yang lebih bermakna.
Beberapa karakteristik pembelajaran terpadu adalah:

  1. Pembelajaran berpusat pada siswa ( student’ center learning )
  2. Memberi pengalaman langsung pada siswa
  3. Pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu jelas
  4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
  5. Kegiatan belajar bersifat luwes
  6. Hasil belajar dapat berkembang menurut minat dan kebutuhan siswa
  7. Holistik artinya suatu peristiwa dapat dikaji dari berbagai mata pelajaran
  8. Bermakna artinya pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam jalinan schemata yang dimiliki siswa.

Kurikulum  2013  untuk tingkat SD/MI  menggunakan  pembelajaran tematik integratif. Dalam metode tematik integratif, materi ajar disampaikan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Kompetensi dari berbagai mata pelajaran diintegrasikan ke dalam berbagai tema.

Pada Kurikulum  2013 , untuk SD/MI masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru diberi kewenangan untuk memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema.

Metode tematik ini mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran. Selain itu,  sebuah tema juga mengintegrasikan berbagai konsep dasar yang berkaitan. Siswa tidak belajar konsep dasar secara parsial, sehingga memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada berbagai tema.

Tema-tema pada pembelajaran tematik integratif Kurikulum 2013 berkaitan dengan alam dan kehidupan manusia. Keduanya memberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Penjasorkes pada kelas I-III. Kompetensi dasar dari IPA dan IPS sebagai pengikat dan pengembang kompetensi dasar mata pelajaran lainnya. Siswa belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV-VI sudah mulai mampu berpikir abstrak

Dalam penerapan   pembelajaran Elektronik terdapat beberapa model pelaksanaan pembelajaran tematik yang berbasis  pembelajaran elektronik  ,antara lain:

  • Model Sistem pembelajaran On Line ( direct accest ) yaitu penyelanggaraan  pembelajaran  Elektronik yang dilakukan merupakan interaksi dalam kegiatan pembelajaran  dengan media/ jaringan langsung  internet
  • Model  Sistem pembelajaran On Line dan  atau  local/ intranet   ( misal :Moodle pada jaringan internet atau intranet / LAN ) yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan menggabungkan berbagai suber dari jaringan intenet maupun sumber kegiatan tak langsung ( sumber local)
  • Model Sistem pembelajaran Off Line ( CD Pembelajaran ) yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dengan pemilihan sumber secara off –line sehingga siswa hanya melakukan panduan belajar terbatas dari pilihan guru.

Penerapan pembelajaran elektronik (e- learning) dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara mengembangkan sumber daya sekolah yang ada sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada. Selain dalam hal pengembangan bahan ajar , pembelajaran elekronik juga memiliki dampak administrasi disekolah seperti pemyimpanan arsip / file pemebelajaran yang makin lama makin besar kapasitasnya yang membutuhkan tempat penyimpanan file yang baik yang membutuhkan tenaga SDM /guru yang mengelolanya agar file  pembelajaran elektronik  tetap baik dan dapat diperlukan pada saatnya. Dampak administrasi lain dari  pembelajaran  elektronik adalah manajemen pelaporan proses pembelajaran dan pemberian laporan kemajuan siswa dalam bentuk laporan elektronik  yang  akan dilakukan oleh guru yang melaksanakan  pembelajaran elektronik.

Penerapan  Pembelajaran  elektronik atau  e-learning  di sekolah dasar untuk menunjang pelaksanaan proses belajar, diharapkan dapat meningkatkan daya serap dari siswa atas materi yang diajarkan; meningkatkan partisipasi aktif dari  siswa; meningkatkan kemampuan belajar mandiri  siswa; meningkatkan kualitas materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi; memperluas daya jangkau proses belajar-mengajar dengan menggunakan jaringan komputer, tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Untuk mencapai hal-hal tersebut di atas, dalam pengembangan suatu aplikasi  pembelajaran  atau  learning elektronik  perlu diperhatikan bahwa materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja; memperhatikan dengan seksama teknik belajar-mengajar yang digunakan; memperhatikan teknik evaluasi kemajuan  siswa dan penyimpanan data kemajuan siswa serta pemilihan Learning management System dengan interaksi di dalamnya secara tepat sangat diperlukan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran tematik integratif dengan integrasi ICT dalam pembelajaran.

aribudiyanto.sdmuh.cc

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.