1 July 2026

ICT-Edu Pembelajaran Mendalam

Teknologi Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Pembelajaran Menyenangkan di Sekolah Dasar

E-learning Untuk Pendidikan di Sekolah Dasar

User Management System di LMS

E-Learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning,  merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan  media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya.  E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan  teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan  pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :elearning

* Jaya Kumar C. Koran (2002)e-learning sebagai  sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian  elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi  pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.

* Dong (dalam Kamarga, 2002) e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

* Rosenberg (2001) menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet  untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan  dan keterampilan

* Darin E. Hartley [Hartley, 2001] eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan  tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet,  Intranet atau media jaringan komputer lain.

* LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001] eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik  untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan  komputer,maupun komputer standalone.

E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan  di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal.  E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum,  silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun  berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola  e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya  tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada  karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas  dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang  bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang  lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau  website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan  jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat  luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Istilah e-Learning atau eLearning mengandung pengertian yang sangat  luas,elearning berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup  dapat diterima banyak sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang  definisi eLearning dari pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan:

eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang  memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan  media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa:

eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi  elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet,  jaringan komputer,maupun komputer standalone.

Definisi-definisi lain berserakan di buku-buku dan internet. Cara  termudah dan tercepat melihat berbagai definisi e-Learning (misalnya  lewat Google)

Apa yang dapat kita simpulkan dari beberapa definisi diatas?

  1. Metode belajar mengajar baru yang menggunakan media jaringan komputer dan Internet
  2. Tersampaikannya bahan ajar (konten) melalui media elektronik. Otomatis bentuk bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital).
  3. Adanya sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar

Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan  komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya  peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous  learning melalui teleconference.

Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar  konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten,  forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala  fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem  perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management  System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan  dengan mudah dan murah untuk dibangun.

Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning  Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk  Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau  Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran  biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga  dapat dijalankan oleh mahasiswa kapanpun dan dimanapun. Ini langkah  menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.

Sedangkan Aktor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh  dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu  adanya pengajar (dosen) yang membimbing, siswa (mahasiswa) yang menerima  bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses  belajar mengajar.

METODE PENYAMPAIAN E-LEARNING Seperti kita lihat di atas, peralatan teleconference yang mahal itu  posisinya ada di infrastruktur e-Learning (komponen pertama). kok bisa? Ya karena peralatan teleconference akan mendukung e-Learning yang Synchronous tapi tidak untuk yang Asynchronous.

Apa itu Synchronous dan Asynchronous ? Jadi metode penyampaian bahan ajar di e-Learning ada dua:

Synchrounous e-Learning: Pengajar dan siswa dalam kelas dan waktu yang sinkron sama meskipun  secara tempat berbeda. Nah peran teleconference ada di sini. Misalnya  saya mahasiswa di Universitas XXXX Dimakassar mengikuti kuliah lewat  teleconference dengan professor yang ada di Universitas YYY diJakarta.

Nah ini disebut dengan Synchronous e-Learning. Yang pasti perlu bandwidth besar dan biaya mahal.

Asynchronous e-Learning: Pengajar dan mahasiswa dalam kelas yang sama (kelas virtual), meskipun  dalam asinkron waktu dan tempat yang berbeda. Nah disinilah diperlukan  peranan sistem (aplikasi) e-Learning berupa Learning Management System  dan content baik berbasis text atau multimedia. Sistem dan content  tersedia dan online dalam 24 jam nonstop di Internet. Pengajar dan  mahasiswa bisa melakukan proses belajar mengajar dimanapun dan kapanpun.  Tahapan implementasi e-Learning yang umum, Asynchronous e-Learning  dimatangkan terlebih dahulu dan kemudian dikembangkan ke Synchronous  e-Learning ketika kebutuhan itu datang.

STRATEGI IMPLEMENTASI E-LEARNING Parameter dari Strategi implementasi e-Learning terlalu bervariasi dan  banyak, tergantung kebutuhan, kultur institusi, ketersediaan dana dan  berbagai faktor lain.

E-Learning di beberapa perusahaan dan universitas tentang implementasi e-Learning biasanya berupa:

  • e-Learning harus didesain utk dapat memberikan nilai tambah secara  formal (karier, insentif, dsb) dan nonformal (ilmu, skill teknis, dsb)  untuk pengguna (pembelajar, instruktur, admin)
  • Pada masa sosialisasi terapkan blended eLearning untuk melatih  behavior pengguna dalam e-life style (tidak langsung full e-Learning)
  • Project eLearning adalah institution initiative dan bukan hanya IT or HRD initiative
  • Jadikan pengguna sebagai peran utama (dukung aktualisasi diri pengguna), tidak hanya object semata

Perlu dicatat bersama bahwa kegagalan implementasi e-Learning kebanyakan  bukan karena masalah tools, software atau infrastruktur. Tapi  kebanyakan karena human factor, karena beratnya perubahan kultur kerja  dan karena tidak adanya kemauan untuk knowledge sharing (content dari  elearning itu sendiri).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.