Android Wear : Perangkat “wearable gadget” inovasi dari google,
aribudiyanto.sdmuh.cc – Mengenal perangkat “wearable gadget” inovasi dari google, android wear. Seperti apakah android wear itu? Selama ini masyarakat mengenal sistem operasi Android diperuntukkan hanya untuk perangkat smartphone dan tablet. Baru-baru ini, Google merilis sebuah sistem operasi yang diperuntukan khusus untuk perangkat wearable, yaitu Android Wear. Android Wear sendiri merupakan sebuah sistem operasi versi modifikasi dari sistem operasi Android yang sudah ada. Perangkat wearable ini dapat digunakan seperti untuk jam tangan.
Kemajuan teknologi yang semakin cepat melesat memang terus memunculkan beragam gadget yang semakin memudahkan manusia untuk beraktifitas. Hadirnya OS Android memang tidak dapan dielakkan menjadi salah satu faktor penting dalam sejarah perkembangan teknologi saat ini. Ya, OS Android memang telah mendorong berbagai gadget bermunculan, baik itu smartphone cangih, home utilities, maupun wearable device. Istilah terakhir yang kami sebutkan (Wearable Device) nyata nyata kini menjadi sebuah tren baru. Tak sedikit produsen elektronik/komputer menciptakan wearable device seperti kacamata pintar, jam tangan pintar, gelang pintar, sarung tangan pintar dll.
Seperti pada sistem operasi Android, Android Wear juga memiliki kemudahan dalam hal pengoperasian. Selain mendukung sistem layar sentuh Android Wear dibekali dengan fitur always-on listening. Dengan ditanamnya fitur tersebut memungkinkan pengguna perangkat wearable berbasis Android Wear bisa melakukan perintah suara kepada jam tangan ataupun perangkat pintar lainnya. Perangkat jam tangan ini disebut sebagai smartwatch karena dianggap seperti jam yang pintar.
Menjawab perkembangan tren teknologi ke arah wearable device, Google kemudian menciptakan sebuah sistem operasi baru bernama Android Wear. Android wear merupakan sebuah sistem operasi yang diperuntukkan khusus untuk wearable device semacam kacamata pintar, gelang pintar dan jam tangan pintar. Inovasi Google ini memang menjawab tantangan, pasalnya sebelum kehadiran OS Android wear ini kebanyakan gadget yang bisa dipakai (istilah serapan dari wearable device) masih menggunakan OS Android murni yang juga digunakan pada smartphone sehinga terkesan dipaksakan. Dengan adanya OS Android Wear, perangkat tetap menjalankan sistem operasi Android namun lebih sederhana, sehinga memungkinkan komponen lebih murah dan sederhana yang berarti harga jualnya tak harus selangit.
Dalam awal pengembangan OS Android Wear ini masih difokuskan untuk jam tangan pintar. Google telah mencoba sistem operasi terbaru pada produk jam tangan Motorola Moto 360 dan LG G Watch 2. Namun kedepannya, OS ini juga akan merambah dan dikembangkan untuk perangkat lain. Saat ini Google telah bekerjasama dengan sejumlah produsen seperti Samsung, HTC, Motorola, Asus, dan Lg. Selain menggandeng produsen smartphone, google juga sudah mencapai kesepakatan dengan produsen komponen hardware untuk jam tangan pintar seperti Intel, Qualcomm, Broadcom, dll.
Android Wear ini mempermudah pengguna dalam melakukan banyak aktivitas yang mendukung keseharian seperti melakukan pengiriman pesan singkat, mengecek jadwal, mengecek memo, mengecek informasi cuaca, memutar musik bahkan sampai membuat panggilan keluar. Fitur yang ditawarkan oleh Android Wear ini sangat berguna, terlebih sebuah smartwatch yang mempunyai layar yang berukuran relatif lebih kecil dibanding perangkat smartphone ataupun tablet.
Selain smartwatch, Google ke depan akan menerapkan Android Wear pada perangkat tracking fitness. Pihak Google pun menyebutkan berbagai perusahaan telah siap menggunakan perangkat lunak miliknya ini. Samsung salah satu produsen yang telah siap bekerjasama untuk menggunakan Android Wear di perangkat yang akan mereka jual, sebelumnya Samsung menggunakan sistem operasi Tizen untuk produk smartwatch-nya. Semoga inovasi yang dikembangkan dapat bermanfaat bagi kita semua.