Tahun 2015, Teknologi Robot Masuk Kurikulum Pendidikan di Indonesia
aribudiyanto.sdmuh.cc – Sumberdaya manusia indonesia khususnya di bidang pendidikan dan teknologi terapan termasuk robotika patut diperhitungkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi seperti penggunaan komputer, robot, dan inovasi teknologi digital penerus bangsa ini terus berkembang sesuai dengan minat, bakat dan kreativitas masing-masing.
Pelajar dari Indonesia mampu menunjukkan kemampuannya kepada negara-negara berkembang lainnya dalam hal pembuatan teknologi robot. Sejumlah prestasi berhasil ditorehkan di luar negeri. Karena itu, sangat pantas bila dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang potensial untuk mengembangkan teknologi robot.
Pendiri Robotic Explorer, Jully Tjindrawan melalui siaran persnya di Jakarta menyatakan dalam “Dalam lomba robotika, murid-murid akan diajak untuk mengembangkan kreativitas baik secara hardskill atau Softskill serta problem-solving melalui kompetisi robotik yang menantang, edukatif, dan kreatif,” katanya.
“Ilmuwan-ilmuwan muda ini tidak hanya meningkatkan kemampuan ilmiah, teknis dan teknik, tapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi mereka melalui aktivitas-aktivitas dalam kompetisi ini,” katanya.
“Ini merupakan perwujudan nyata kreativitas seni tari anak bangsa yang peduli dengan keadaan Indonesia. Sudah selayaknya sebagai siswa atau warga Negara memberikan kontribusi dan prestasi yang positif melalui contohnya ajang kompetisi robotic,” katanya.
Jully menjelaskan, dalam ilmu robotika terdapat beberapa bidang mata pelajaran seperti matematika, science dan teknologi, fisika dan desain. Ditambah Mekanika, Elektornika, Komputer Pemrograman. Korelasi dengan pelajaran Matematika, menggunakan sistem bilangan dan bentuk persamaan atau perbandingan untuk menyajikan kondisi kondisi tertentu, dan menghitung mengukur dan mengestimasi untuk menyelesaikan suatu masalah
Direktur Robotic Explorer tersebut mengatakan, Indonesia sangat siap kembangkan teknologi robot, karena imajinasinya jalan. “Padahal latihan hanya dua minggu dengan alat yang minim, tapi Indonesia menang terus,” ujar Jully Tjindrawan di Jakarta, Senin (16/6/2014).
Jully mengatakan, 2015 adalah waktu yang tepat bagi Indonesia, terutama dunia pendidikan, untuk menerima teknologi robot sebagai bagian dari kurukulum di Indonesia. “Sebetulnya sudah ada yang masuk kurikulum, namun perlu diperdalam lagi. Sehingga edukasi untuk anak-anak tentang robot bisa semakin dikembangkan,” katanya.
Menurut Jully, terdapat sebuah lomba yang mengharuskan robot melalui labirin dengan cepat dan Indonesia meraih juara satu dalam hal tersebut. “Karena di Indonesia banyak gang, jadi untuk melalui labirin itu sepertinya sudah biasa. Jadi, mereka bisa langsung tahu mana jalan pintas yang cepat untuk dilalui robotnya,” katanya.
Segudang Prestasi Internasional. Bicara prestasi robot di dunia internasional, Indonesia pernah menyapu bersih delapan gelar sekaligus pada lomba robot di Amerika Serikat dengan tim dari tiga perguruan tinggi, yakni ITB, ITTelkom dan Unikom.
Kedelapan gelar tersebut meliputi juara satu dan dua robot pemadam api divisi beroda, juara satu, dua dan tiga robot api divisi berkaki, juara satu RoboWaiter divisi entry level, serta juara satu dan dua RoboWaiter divisi advanced.
Melihat prestasi tersebut, Jully merasa yakin bahwa siap tidak siap, perkembangan teknologi robot mulai dibutuhkan masyarakat Indonesia. “Saya berdoa tahun depan Indonesia bisa mengakomodir robot ke sekolah-sekolah,” jelas Jully.
(sumber : okezone dan beberapa sumber)